This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 17 September 2013

Kisah Saya

Salam Super, Halo perkenalkan nama saya Rachman. Saya adalah seorang mahasiswa di suatu perguruan tinggi di Jakarta. Hobby saya yang suka jalan-jalan dan sangat suka makan terutama makanan siap saji, selalu menjadi favorite saya. Karena hobby saya itulah akhirnya saya mengalami kelebihan berat badan. Pada dasarnya berat badan saya 96 kg tetapi lama kelamaan mencapai 104 kg.

Dengan memiliki tubuh yang sangat gemuk pada saat itu dan memiliki berat badan 104 kg, rasanya sangat mengganggu sekali . pada saat aktifitas tubuh sayapun terasa cepat lelah dan sangat berat untuk dibawa. Rasanya pada saat itu ingin melepas tubuh saya. Selain cepat lelah pada saat itu juga yang paling terasa adalah sangat malas sekali untuk melakukan semua aktifitas saya terutama kuliah.

Selain dari sering lelah dan malas untuk beraktifitas saya juga sering kali mengalami migrain yang benar-benar mengganggu saya, setiap pada saat kepala saya merasakan pusing dan badan saya sering panas, hidung sayapun mengeluarkan darah ( mimisan ). Dan akhirnya saya putuskan untuk turun berat badan.

Beberapa cara saya lakukan untuk turun berat badan pada saat itu, seperti : lari pagi, olahraga beban, ikat pinggang pembakar lemar, jamu tradisonal, pengobatan tradisional, bahkan hingga mengkonsumsi obat-obatan pil diet dll. Setelah saya coba semua akhirnya yang saya dapat adalah berat badan yang tadinya 96 kg memang turun menjadi 94 kg tetapi tidak lama kemudian naik dan naik terus hingga 104 kg. Hingga pada suatu hari saudara saya mempertemukan dengan herbalife.

Dan saya mulai mengkonsumsi selama beberapa bulan. Awalnya saya tidak percaya sama sekali dengan herbalife karena masih terpengaruhi dengan orang-orang sekitar yang menyebut herbalife dengan obat dan jika lama kelamaan dikonsumsi menjadi sakit ginjal dan akhirnya saya memberhentikan program herbalife saya. Selain itu juga karena saya terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan hingga pada suatu saat saya mengalami muntah darah. Namun setelah beberapa bulan yang saya ceri informasi dari para dokter dan medis ternyata Herbalife itu sangatlah bagus buat kesehatan dan tanpa efek samping. Hingga pada suatu saat saya mengalami sesak napas dan jantung saya sudah terasa sedikit nyeri. Dan setelah saat itu saya tetapkan diri saya untuk kembali mengikuti program penurunan berat badan dengan herbalife.

Setelah saya mencoba program  penurunan berat badan dengan mengganti sarapan pagi saya dan makan malam saya dengan nutrisi rasa es krim ( coklat, stoberi, vanilla ) yang sangat lezat, BERAT BADAN SAYA TURUN 5 KG DALAM WAKTU 21 HARI. Sesak napas yang saya alami pun sudah mulai teratasi. Memang pada dasarnya tidak masuk akal turun 5 kg dalam waktu 21 hari namun saya telah membuktikannya. Ternyata dengan cara yang sangat menyenangkan sekali saya bisa turun 5 kg dalam waktu 21 hari tanpa dengan usaha saya yang menyakitkan pada masa lalu. Lama kelamaan berat badan saya terus turun.

Setealah saya mengkonsumsi sealama 1 tahun lebih akhirnya TOTAL TURUN BERAT BADAN SAYA  MENJADI 34 KG, yang awalnya dari 104 menjadi 70 kg. Dan keajaiban terjadi masalah sesak napas, sering migran maupun mimisan semua sudah teratasi dan saya pun merasa sangat berenergi untuk melakukan seluruh aktifitas saya baik diluar maupun di kuliahan.
Ternyata menjadi langsing itu bukan hal yang sulit, melainkan mudah, dan sangat menyenangkan. Tidak berlebihan jika Saya menyebutkan HERBALIFE IS THE BEST.

SAYA SUDAH MEMBUKTIKANNYA SEKARANG SAATNYA ANDA ?
SIAPKAH ANDA UNTUK MENGUBAH HIDUP ANDA ?

MAU MENGIDEALKAN BERAT BADAN ANDA ?
KAMI SIAP MEMBANTU MENJADI KONSULTAN NUTRISI ANDA

RachmanHP : 081282997754
FaceBook  : Shinkiro Rachman Az-zrqa

Twitter      : @RachmanHid



Ayo Diet, Sebelum Obesitas Sebabkan 8 Hal Ini pada Anda


Jakarta, Saat Anda jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau tempat-tempat umum lainnya, tak sulit menemukan orang yang kelebihan berat badan. Bahkan makin hari tampaknya makin banyak saja orang yang mengalaminya, tak peduli berapapun usianya. Padahal dampaknya terhadap kesehatan tak dapat diremehkan.

Yang paling mengejutkan, obesitas tak hanya mempengaruhi ukuran baju maupun risiko penyakit, tapi juga hubungan antarkeluarga hingga pendapatan. Berikut tujuh 'efek samping' obesitas terhadap kehidupan seseorang seperti dilansir ABC News, Selasa (17/9/2013).

1. Lebih sering migrain
Setelah tim peneliti Johns Hopkins mensurvei 4.000 orang, ditemukan fakta bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh seseorang, semakin besar peluang mereka untuk mengidap migrain episodik.

Mereka yang obesitas pun berpeluang 81 persen lebih besar untuk mengalami sedikitnya 14 kali migrain setiap bulannya dibandingkan orang-orang yang berat badannya sehat. Bahkan wanita obes berusia 50 tahun ke atas tercatat yang paling sering mengalami sakit kepala kronis tersebut.

2. Lebih gampang kena kanker
Mengapa orang-orang yang memiliki lemak tubuh lebih banyak identik dengan risiko kanker yang tinggi? "Bisa jadi karena kelebihan sel-sel lemak tersebut dapat meningkatkan aktivitas hormon atau menambah faktor yang mengakibatkan pertumbuhan tumor," tandas Dr. Raul Seballos dari Cleveland Clinic.

Seballos juga menambahkan jika orang-orang obes berisiko lebih tinggi terkena segala jenis kanker, termasuk lebih lambat didiagnosis (ketika stadiumnya sudah tinggi) dibandingkan orang yang lebih kurus dan lebih sering meninggal karenanya.

3. Makin mandul
Wanita yang kelebihan berat badan lebih sulit untuk hamil ketimbang yang berat badannya ideal. Bahkan sebuah studi dari India terhadap 300 wanita obes menemukan dalam kurun tiga tahun studi, lebih dari 90 persen partisipan mengidap polycystic ovarian disease, salah satu penyakit yang berkaitan dengan kemandulan.

"Obesitas sendiri merupakan akibat dari peradangan dan itu saja sudah menurunkan tingkat kesuburan. Ini juga bisa terjadi sebagai akibat dari perubahan hormon yang dihasilkan oleh jaringan lemak," ungkap Dr. Marc Bessler, Direktur Center for Weight Loss and Metabolic Surgery, New York Presbyterian Hospital, Columbia University Medical Center.

Bessler membuktikan sendiri, banyak pasiennya yang kelebihan berat badan sulit untuk bisa hamil. Kendati begitu, beberapa pasiennya akhirnya bisa mengandung beberapa bulan setelah menjalani operasi penurunan berat badan.

4. Dihantui risiko bayi lahir prematur
Risiko yang dialami wanita obes bukan saja susah hamil, tapi sekalinya bisa mengandung, bayi mereka berisiko lahir prematur, apalagi jika indeks massa tubuhnya di atas 35. Peneliti pun menduga terlalu banyak lemak dapat menyebabkan peradangan dan melemahkan rahim serta membran serviks.

Padahal kelahiran prematur sangat identik dengan kematian bayi dan cacat seumur hidup pada anak.

5. Kurang tidur
Kurang tidur berkontribusi terhadap berbagai penyakit, di antaranya diabetes, penyakit jantung dan obesitas. Sudah tak terbilang banyaknya studi yang mengaitkan antara jam tidur yang pendek dengan pelebaran lingkar pinggang. Salah satunya dari Harvard Nurses Study yang menemukan mereka yang tidur kurang dari lima jam saja setiap malamnya berisiko 15 persen lebih tinggi mengalami penambahan berat badan dibandingkan yang bisa tidur minimal tujuh jam semalam.

Menurut seorang pakar nutrisi dan preventive medicine, Dr. Donald Hensrud, salah satu bahaya terbesar yang mengintai orang obes adalah sleep apnea atau kondisi dimana seseorang tiba-tiba berhenti bernapas saat tidur.

"Sleep apnea dapat disebabkan oleh peningkatan lemak di seputar leher yang menekan dan menutup jaringan lunak pada saluran udaranya ketika seseorang sedang tertidur, terutama jika tidurnya telentang," terang Hensrud.

Akibatnya orang yang mengalami sleep apnea tidak memiliki tidur yang berkualitas serta kekurangan oksigen dalam pembuluh darahnya sehingga jantungnya harus bekerja ekstra.

6. Di-bully orang-orang tercinta
Sebuah studi dari Yale mengungkap berat badan adalah alasan utama orang-orang mengalami bullying, di usia berapapun. Dan mereka yang menjadi korban bullying memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, depresi yang tinggi serta sangat berisiko mengalami bunuh diri.

Anehnya, sebagian besar korban bullying mengaku mengalami pelecehan dari keluarganya sendiri. "Lebih dari 40 persen anak yang berupaya menurunkan berat badannya mengaku telah di-bully atau diganggu oleh salah seorang anggota keluarganya," ungkap ketua tim peneliti, Rebecca Puhl.

"Ketika kami tanyakan pada wanita yang obes, 72 persen dari mereka juga mengaku yang sering menstigmatisasi mereka adalah anggota keluarganya," tambahnya.

7. Kesenjangan perlakuan medis
Rebecca Puhl dan rekan-rekannya juga menemukan 67 persen pria dan wanita yang kelebihan berat badan mengaku kerap dipermalukan atau di-bully di ruang praktik dokternya sendiri.

Faktanya, 50 persen dokter diketahui menganggap pasiennya yang gemuk itu 'kikuk, buruk rupa, berkemauan lemah, dan jarang mematuhi prosedur pengobatan'. Tak hanya itu, 24 persen perawat pun mengaku jijik ketika menghadapi pasien obes.

Uniknya, di sisi lain Puhl menemukan hal serupa bahwasanya pasien cenderung malas mengikuti perintah dokter dan lebih sering mengganti dokternya jika dokternya yang sekarang mengalami kelebihan berat badan.

8. Pendapatan rendah
Kaitan antara obesitas dengan pendapatan dikemukakan oleh sebuah studi dari George Washington University School of Public Health. Berdasarkan data National Longitudinal Survey of Youth 2004, pendapatan wanita obes 8.666 dollar AS dan pria obes 4.772 dollar AS lebih rendah daripada rekan-rekan mereka yang lebih langsing.

Sebaliknya, wanita yang langsing jelas memiliki pendapatan yang lebih besar daripada yang gemuk. Studi dari University of Florida telah memastikan hal ini. Wanita yang berat badannya 11.3 kg lebih rendah daripada berat badan rata-rata memiliki penghasilan 15.572 dollar AS lebih tinggi dalam setahun, dibandingkan wanita dengan berat badan normal.


Sedangkan wanita yang berat badannya 11.3 kg lebih banyak daripada berat badan rata-rata memiliki penghasilan 13.847 lebih rendah dalam setahun dibandingkan wanita dengan berat badan normal. Namun kondisi serupa tak ditemukan pada pria.


Sumber : 

Minggu, 15 September 2013

Detox Diet


Jakarta, Diet detox adalah jenis paling umum yang dilakukan untuk mengurangi racun di dalam tubuh. Salah satu jenis diet detox yang cukup populer adalah Cleanse Clean (dipopulerkan oleh Gwyneth Paltrow) dengan pedoman yang sama.


Ketika racun masuk ke dalam tubuh maka ia harus dikeluarkan melalui feses, urine atau keringat. Hal ini agar racun-racuntersebut tidak diserap atau diresirkulasi dalam sistem tubuh yang bisa mempengaruhi kesehatan.

Beberapa ahli mengungkapkan diet detox yang dilakukan dengan benar bisa memberikan berbagai manfaat bagi tubuh seperti meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki sistem pencernaan, serta membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih baik.

Langkah yang dilakukan dalam menerapkan diet detox

Dalam melakukan diet ini jumlah asupan makanan seseorang tidak dibatasi, namun diminta untuk menghindari atau mengurangi gula, gorengan, makanan olahan, makanan yang mengandung gluten dan juga susu.

Sementara itu disarankan untuk mengonsumsi banyak sayuran segar dan juga buah-buahan, serta makanan lain yang mengandung antioksidan dan juga senyawa anti peradangan (anti-inflamasi).

Diet detox yang dirancang untuk pemula biasanya berlangsung selama 7 hari, namun jika ingin melakukan pembersihan lebih lama lagi, diet detox bisa dilakukan hingga 21 hari.

Biasanya diet detox 7 hari dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu melakukan diet ketat karena terkendala waktu atau memerlukan lebih banyak protein dalam asupan makanannya.


Ada banyak jenis diet detox, mulai dari konsumsi jus beberapa kali dalam sehari, minum lebih banyak cairan, konsumsi lebih banyak sayuran atau menghindari gandum. Kunci untuk memilih diet yang cocok adalah berdasar kondisi kesehatan, tingkat energi dan juga gaya hidupnya.


6 EFEK BERBAHAYA STRES PADA KESEHATAN TUBUH ANDA

Jakarta, Stres dan tekanan hidup saat ini hampir dialami oleh semua orang. Nyatanya bagi sebagian orang kondisi ini bahkan bisa sangat membahayakan kesehatannya. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya beberapa efek stres terhadap kesehatan mental dan fisik.

Ketika sedang stres, suatu bagian otak yang disebut sebagai hipotalamus memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Adrenalin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sedangkan kortisol menaikkan gula darah.

6 efek yang bisa ditimbulkan akibat stres seperti dikutip dari News Max Health, Sabtu (24/8/2013), antara lain:

1. Kanker dan gangguan imun

Sistem imun alami tubuh dirancang untuk melindungi kita dari bahaya langsung. Stres kronis dapat merusak sistem tersebut dan justru menghambat kerja sistem imun. Akibatnya, risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya akan meningkat.

Atasi dengan: Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, dan praktik-praktik lain yang bisa menenangkan pikiran. Selain itu, cobalah untuk menemukan solusi terhadap situasi stres setenang mungkin.

2. Penyakit jantung

"Masyarakat sepertinya lupa bahwa stres merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung," ungkap Chauncey Crandall, MD, salah satu ahli jantung.

Salah satunya seperti kasus penyakit jantung yang terjadi pada Mantan Presiden AS, George W. Bush. Tim dokternya meyakini bahwa penyakit jantungnya muncul karena efek stres yang ia alami saat masih menjabat sebagai presiden.

Atasi dengan: Dr Crandall merekomendasikan setiap individu untuk melakukan tes kesehatan jantung dimulai pada usia 40-an. Ini dilakukan untuk mengetahui sejak awal jika memang terdapat suatu penyakit dan memicu kebiasaan gaya hidup sehat.

3. Masalah berat badan

Stres dapat membuat seseorang menjadi makan berlebihan. Makan berlebihan ini pun biasanya berupa makanan yang tinggi kalori. Padahal obesitas dan kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker dan depresi.

Atasi dengan: Carilah waktu yang tepat untuk makan, sebaiknya jangan makan ketika Anda sedang benar-benar stres. Jauhkan rasa nyaman saat makan untuk mengatasi stres. Sebaliknya, carilah kesenangan lain selain dengan makan agar kalori tetap terkontrol.

4. Depresi dan kecemasan

Stres memiliki dampak langsung dan nyata pada kesehatan mental. Stres kronis menyebabkan depresi, atau justru memperburuk depresi yang ada sebelumnya.

Atasi dengan: Rutinlah berolahraga. Olahraga dapat meningkatkan produksi neurotransmitter dan endorfin. Keduanya dapat meningkatkan mood dan menurunkan risiko depresi, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker.

5. Rambut rontok

Kerontokan rambut juga sering terjadi akibat stres. Saat stres, efek yang diberikan terhadap rambut antara lain alopecia areata (sel darah putih 'menyerang' folikel rambut); telogen effluvium (rambut berhenti tumbuh); dan trikotilomania (kerontokan ekstrem akibat stres, cemas, tegang, kesepian, atau frustrasi).

Atasi dengan: Cobalah untuk membangun jaringan dukungan yang kuat, selalu berpikir positif untuk meningkatkan harga diri. Selain itu, sediakan waktu yang cukup untuk tidur setiap malamnya.

6. Sindrom metabolik

Orang yang mengalami stres kronis berada pada risiko lebih besar untuk terkena sindrom metabolik, yang merupakan kombinasi dari diabetes, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, obesitas, dan kadar kolesterol abnormal. Jika terjadi bersamaan, maka akan meningkatkan risiko penyakit jantung.


Atasi dengan: Lakukan 4 strategi berikut; pertama, lakukan sesuatu yang untuk menenangkan pikiran Anda seperti mendengarkan musik; kedua, latihan teratur seperti ke gym, berjalan-jalan, atau yoga; ketiga, bertemu dengan teman-teman, kerabat, atau bergabung dengan organisasi yang membuat Anda bisa berkomunikasi dengan orang yang Anda sayangi; dan keempat, konsumsi makanan yang sehat terutama yang kaya akan asam lemak omega-3, misalnya ikan dan kacang-kacangan.



Sumber : http://health.detik.com/read/2013/08/24/120024/2339407/763/6-efek-berbahaya-stres-pada-kesehatan-tubuh-anda?l992206755

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites