Jakarta, Stres dan tekanan
hidup saat ini hampir dialami oleh semua orang. Nyatanya bagi sebagian orang
kondisi ini bahkan bisa sangat membahayakan kesehatannya. Sebuah penelitian
terbaru mengungkapkan adanya beberapa efek stres terhadap kesehatan mental dan
fisik.
Ketika sedang stres, suatu
bagian otak yang disebut sebagai hipotalamus memicu pelepasan hormon adrenalin
dan kortisol. Adrenalin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah,
sedangkan kortisol menaikkan gula darah.
6 efek yang bisa
ditimbulkan akibat stres seperti dikutip dari News Max Health, Sabtu
(24/8/2013), antara lain:
1. Kanker dan gangguan
imun
Sistem imun alami tubuh
dirancang untuk melindungi kita dari bahaya langsung. Stres kronis dapat
merusak sistem tersebut dan justru menghambat kerja sistem imun. Akibatnya,
risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya akan meningkat.
Atasi dengan: Teknik relaksasi
seperti meditasi, yoga, dan praktik-praktik lain yang bisa menenangkan pikiran.
Selain itu, cobalah untuk menemukan solusi terhadap situasi stres setenang
mungkin.
2. Penyakit jantung
"Masyarakat
sepertinya lupa bahwa stres merupakan faktor risiko utama untuk penyakit
jantung," ungkap Chauncey Crandall, MD, salah satu ahli jantung.
Salah satunya seperti
kasus penyakit jantung yang terjadi pada Mantan Presiden AS, George W. Bush.
Tim dokternya meyakini bahwa penyakit jantungnya muncul karena efek stres yang
ia alami saat masih menjabat sebagai presiden.
Atasi dengan: Dr Crandall
merekomendasikan setiap individu untuk melakukan tes kesehatan jantung dimulai
pada usia 40-an. Ini dilakukan untuk mengetahui sejak awal jika memang terdapat
suatu penyakit dan memicu kebiasaan gaya hidup sehat.
3. Masalah berat badan
Stres dapat membuat
seseorang menjadi makan berlebihan. Makan berlebihan ini pun biasanya berupa
makanan yang tinggi kalori. Padahal obesitas dan kelebihan berat badan dapat
meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker dan depresi.
Atasi dengan: Carilah
waktu yang tepat untuk makan, sebaiknya jangan makan ketika Anda sedang
benar-benar stres. Jauhkan rasa nyaman saat makan untuk mengatasi stres.
Sebaliknya, carilah kesenangan lain selain dengan makan agar kalori tetap
terkontrol.
4. Depresi dan kecemasan
Stres memiliki dampak
langsung dan nyata pada kesehatan mental. Stres kronis menyebabkan depresi,
atau justru memperburuk depresi yang ada sebelumnya.
Atasi dengan: Rutinlah berolahraga.
Olahraga dapat meningkatkan produksi neurotransmitter dan endorfin. Keduanya
dapat meningkatkan mood dan menurunkan risiko depresi, penyakit jantung,
stroke, diabetes, dan kanker.
5. Rambut rontok
Kerontokan rambut juga
sering terjadi akibat stres. Saat stres, efek yang diberikan terhadap rambut
antara lain alopecia areata (sel darah putih 'menyerang' folikel rambut);
telogen effluvium (rambut berhenti tumbuh); dan trikotilomania (kerontokan
ekstrem akibat stres, cemas, tegang, kesepian, atau frustrasi).
Atasi dengan: Cobalah
untuk membangun jaringan dukungan yang kuat, selalu berpikir positif untuk
meningkatkan harga diri. Selain itu, sediakan waktu yang cukup untuk tidur
setiap malamnya.
6. Sindrom metabolik
Orang yang mengalami stres
kronis berada pada risiko lebih besar untuk terkena sindrom metabolik, yang
merupakan kombinasi dari diabetes, tekanan darah tinggi, kadar gula darah
tinggi, obesitas, dan kadar kolesterol abnormal. Jika terjadi bersamaan, maka akan
meningkatkan risiko penyakit jantung.
Atasi dengan: Lakukan 4
strategi berikut; pertama, lakukan sesuatu yang untuk menenangkan pikiran Anda
seperti mendengarkan musik; kedua, latihan teratur seperti ke gym,
berjalan-jalan, atau yoga; ketiga, bertemu dengan teman-teman, kerabat, atau
bergabung dengan organisasi yang membuat Anda bisa berkomunikasi dengan orang
yang Anda sayangi; dan keempat, konsumsi makanan yang sehat terutama yang kaya
akan asam lemak omega-3, misalnya ikan dan kacang-kacangan.
Sumber :
http://health.detik.com/read/2013/08/24/120024/2339407/763/6-efek-berbahaya-stres-pada-kesehatan-tubuh-anda?l992206755








0 komentar:
Posting Komentar